Saya banyak mendengar kawan kawan dan orang tua menceritakan kepada saya tentang pengajian dimasjid mengajar bagaimana mengubah anak dan masyarakat yang liar dengan masjid. Tidak kurang juga masyarakat kurang atau tidak berminat dengan mengerjakan sembahyang.
Kebanyakan pengajian yang didengar adalah bagaimana mengajak masyarakat mendekatkan diri kepada masjid atau mendakwah mereka dengan keindahan Islam.
Bagaimana dengan diri sendiri yang ada sekarang. Apa tahap yang dapat dibanggakan sehingga terdorong untuk mengajak orang mendekatui masjid dan mengerjakan sembahyang. Masyarakat sekarang lebih bijak dari dahulu. Mereka tahu melontar soalan balik kepada kita dengan maksud jangan ambil peduli dengan aktuiviti mereka.
Dalam persoalan ini kita sentiasa diajar bagaimana mendakwah orang, Kita tidak diajar bagaimana memperkuatkan diri menjalani kehidupan harian. Kita juga tidak diajar supaya lebih mendekatkan diri kita kepada Tuhan bila kita berdepan dengan masalah atau kerisauan.
Sama juga bila kita berdepan dengan kerisauan melihat anak muda semakin jauh dengan keimanan kita hanya lihat bagaimana hendak memulihkan anak muda dari semakin jauh meninggalkan sembahyang dan semakin tidak berminat menghadirkan diri ke masjid.
Bagaiman dengan diri kita. Kenapa kita tidak mengeratkan lagi hubuungan kita dengan Tuhan yang maha penyayang. Kenapa kita tidak perbanyakkan sembahyang sunat atau berzikir dan sebagainya demi untuk memohon kepada Allah agar dipulihkan hati anak muda ini.
Tidakkah Allah semakni sayang kepada hambanya yang banyak beribadat kepada Nya. Bukankah Allah akan memakbulkan doa hambanya yang memohon pertolongan dari Nya.
Kenapa kita tidak perbanyakkan ibadat bila semakin banyak masalah dan kerisauan berada didepan kita. Bagaimana Allah hendak membantu kita jika kita barjauh hati dari Nya dan tidak menjadi kesayangan Nya.
Bagi saya bila masalah datang kepada kita berdepanlah dengan Allah dulu. Sembahyang dan banyakkan memuji Nya kemudian berdoa agar dibantu kita dalam menghadapi masalah didepan kita. Bukankah itu yang terbaik untuk kita lakukan. Lepas itu kita hendak mendekati anak muda lakukanlah dengan pertolongan Allah.
Saya mengambil contoh seorang ustaz yang mengajar di masjid menceritakan tentang anak anak zaman sekarang tidak mengenang budi orang tua yang membesarkan mereka. Lebih memburukan anak anak bila mereka membesar tidak membantu orang tua mereka dan mengabaikan mereka sehingga kehidupan orang tua mereka terabai juga ada yang hidup melarat.
Persoalan ini akan menambahkan kecewa ibubapa kepada anak mereka yang tidak membantu mereka ketika mereka telah tua dan tidak mampu melakukan kerja untuk menyara hidup. Perbincangan untaz ini mungkin akan mencetuskan kemarahan ibubapa kepada anak dan mungkin akan membawa kepada ibubapa tidak rela anak mereka melakukan begitu kepada mereka dan kebencian ini akan membawa ibubapa yang mendoakan keburukan menimpa anak mereka atau mungkin akan membewa pergaduhan antara ibubapa dan anak mereka.
Perkara ini membawa keburukan. Sepatutnya ustaz tadi mengajar orang tua yang datang kemasjid mendengar pengajian agar lebih mendekati diri kepada Tuhan berlapang dada mendoakan kesejahteraan anak dalam kehidupan mereka.
Apa yang penting sekarang adalah semakin kita dalam kesusahan atau kerisauan, semakin kuat kita beribadat dan menghambakan diri kita kepada Allah yang maha penyayang agar doa kita dimakbulkan Allah juga terselamat kita dari kerisauan yang ada dalam diri kita.
Ubahlah diri kita dahulu sebelum mengubah orang lain.
No comments:
Post a Comment